Tentang Mencintai Diri

Cinta, menjadi topik yang selalu tak habis-habisnya untuk diperbincangkan. Ketika mendengar kata cinta,siapapun akan tertarik untuk mendengarnya atau membahasnya. Seperti kutipan sebuah lirik lagu legendaris,Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. Tak jarang memang topik soal cinta ini banyak menjadi inspirasi bagi para penulis lagu dan musisi, makanya gak heran kalau lagu soal percintaan hampir kita temukan di setiap lagu dengan genre apapun. Ya memang begitulah adanya,kehadiran cinta memang bisa menginspirasi siapapun bahkan kehadiran cinta juga mampu merubah segala sesuatunya menjadi suka cita bahkan duka cita. Tanpa cinta hidup akan terasa begitu suram dan kosong belaka. Eitsss..tapi kali ini aku tidak akan membahas soal percintaan sepasang kekasih,atau tentang romansa cinta remaja dan deru cinta anak muda. Namun ialah tentang mencintai diri sendiri yang kadang suka luput dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana kita mencintai orang yang kita sayang,begitupun juga dengan diri kita sendiri yang ternyata butuh pula untuk kita cintai. Coba deh kita bayangin sosok yang kita cintai,siapapun (orang tua,sahabat,atau si mas crush),apa sih biasanya yang kita lakukan kalau kita mencintai seseorang? Sudah jelas pasti kita akan memberikan mereka perhatian kita,kepedulian,menghiburnya saat sedih,memeluknya,atau apapun deh yang kita lakukan supaya orang yang kita sayang itu merasa bahagia dan tersenyum. Nah,sebagaimana kita mencintai orang lain,begitu pula diri kita yang butuh untuk diperhatikan,dipedulikan,dikasihi,dipeluk,diapresiasi dan lainnya. Ditulisan kali ini aku mau berbagi soal isi rangkuman catatanku setelah belajar sesi Ngaji Filsafat dengan tema Self-Love.

Hari senin kemarin aku menonton Ngaji Filsafat di MJS Channel dengan tema Self-Love. Sebenarnya aku udah sering nontonin Ngaji Filsafat terutama kajian-kajian pemikiran para tokoh filsuf,karena dengan adanya Ngaji Filsafat ini benar-benar membantu aku untuk lebih mudah memahami teori atau gagasan para tokoh filsuf. Kalau kalian penasaran atau mau nonton juga,aku cantumin link youtube nya ya,tinggal klik aja MJS Channel 

Nah salah satu tema yang menarik buatku adalah tentang Self-Love ini,bukan hanya menarik sebenarnya tapi karena aku juga butuh sekali ilmu tentang mencintai diri ini. Berikut ini rangkuman catatanku dari Ngaji Filsafat tersebut

Apa itu Self-Love ?
Singkatnya Self-Love atau  mencintai diri adalah sebuah skill atau kemampuan untuk menerima diri sendiri,puas dengan diri sendiri,dan bangga dengan diri kita sendiri. Dan lawan dari Self-Love ini adalah Self-Hatred,yaitu membenci diri sendiri. Ada beberapa bentuk contoh dari Self-Hatred Mindset,yang bisa sekalian kita jadikan bahan instropeksi atau identifikasi diri apakah selama ini kita punya Mindset membenci diri sendiri ini. Berikut beberapa bentuknya,kalau kalian kebanyakan merasa sama dengan hal ini,yuk sama-sama kita terima dan mulai memperbaikinya pelan-pelan :) karena aku pun masih memiliki mindset ini

Nah karena ini ngaji Filsafat,pasti akan ada sentuhan filosofis nya. Ada beberapa quotes dari para filsuf mengenai
Self- Love ini,beberapa quotes favoritku diantaranya adalah




Tanda Mencintai Diri
Ketika kita mengatakan bahwa kita telah mencintai diri kita,atau temen-temen merasakan sudah mencintai diri temen-temen sendiri,maka sudah pasti tanda-tanda ini sudah ada dalam diri kalian. Kalau belum.. berarti kita masih butuh untuk lebih mencintai diri kita lagi. Ini ada 3 tanda kalau kita sudah mencintai diri kita sendiri : 

 1). Melihat masa lalu tanpa penyesalan
 2). Melihat hari ini dengan penuh rasa syukur
 3). Melihat masa depan tanpa khawatir

Lalu bagaimana ya caranya supaya kita bisa mencintai diri kita? Berikut ini beberapa strategi yang bisa kita lakukan.

Strategi Self-Love 1 

1. Berusaha untuk memaafkan diri kita      sendiri dan juga masa lalu. 
Biarkan dan lepaskan apapun yang sudah terjadi,karena bagaimanapun hal tersebut sudah terjadi dan gak akan pernah bisa terulang lagi. Dan jangan lupa,setiap diri kita,setiap manusia gak ada yang sempurna. Jadi wajar banget kalau kita membuat kesalahan atau kegagalan. Maafkan lah diri sendiri,dan jadikan setiap kesalahan,kegagalan atau apapun itu sebagai pembelajaran. Berikan diri kita ruang untuk belajar. Dengan memaafkan diri sendiri akan membuat hati kita menjadi lebih lapang dan tidak lagi menyalahkan dan mengutuk diri sendiri.

2. Jadilah baik untuk diri sendiri
Berbuat baik dengan diri sendiri gak jauh beda dengan saat kita berbuat baik dengan orang lain. Salah satu hal kecil yang bisa kita lakukan untuk berbuat baik terhadap diri sendiri adalah dengan peduli akan kebutuhan fisik maupun mental diri kita,seperti tidur/istirahat yang cukup,makan yang teratur,atau dengan memberikan ruang untuk diri kita merasakan/mengeskpresikan perasaan dan emosinya. 

3. Ambil kembali kendali atas hidup kita
Sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu Quotes filsuf diatas, bahwa Apapun yang terjadi dalam hidup kita atau bagaimanapun orang lain memperlakukan kita,hidup kita sepenuhnya ada di tangan kita. Maksdunya adalah,cobalah kita untuk lebih sadar untuk memilih dan mengendalikan diri kita sendiri,dan hindari memiliki mentalitas korban. Yaitu perasaan yang selalu merasa menjadi korban dan terus menerus menyalahkan hal-hal yang berada di luar kendali kita. 

4. Bertindak sesuai kebutuhan,bukan berdasarkan apa yang kita inginkan 
Kebutuhan dan keinginan terlihat sama namun sejatinya sangatlah berbeda. Mungkin kita tidak pernah merasa cukup atau merasa puas atas diri kita dan hidup kita sendiri karena kita selalu sibuk untuk memenuhi segala keinginan kita,bukan kebutuhan. Ketika kita hanya mau untuk memenuhi segala keinginan kita,maka kita tidak akan pernah merasa cukup. Sedangkan saat kita berusah memenuhi kebutuhan,kita akan merasa cukup. 
Namun bukan berarti kita tidak boleh memenuhi keinginan kita ya,tentu boleh-boleh saja asalkan dengan bijak.

5. Komitmen untuk mencintai diri sendiri dan perbaiki terus menerus
Bukan hanya berkomitmen untuk mencintai pacar atau pasangan kita,tetapi berusahalah berkomitmen untuk juga selalu mencintai diri kita sendiri. Oiyaa temen-temen,perlakuan kita dengan orang lain itu sebenarnya adalah cerminan bagaimana kita memperlakukan atau mencintai diri kita sendiri. So don't forget to love yourself first! Dan berlapang dada serta terbuka untuk menerima kritikan,karena kita pasti akan membuat kesalahan dengan atau tanpa kita sadari. Jadi semangat terus untuk memperbaiki dirinya ya!


Strategi Self-Love 2 

1. Perhatikan apa yang kita rasakan
Perasaan itu seperti anak kecil,mereka membutuhkan perhatian. Mereka sejatinya hanya mencoba memberi kita pesan tentang diri kita sendiri. Ketika kita mengakui perasaan kita,mereka mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Jadi cobalah untuk perhatikan dan akui perasaan kita,setelah itu kembalikanlah ke akal sehat. 

2. Latih rasa syukur setiap hari
Salah satu yang bisa dilakukan untuk melatih rasa syukur setap hari adalah dengan menulis gratitude journal. Tulis saja tiga hal yang membuat kita bersyukur setiap harinya. Menurutku cara ini tanpa sadar bisa melatih kesadaran kita akan hal-hal kecil yang bisa kita syukuri setiap harinya.

3. Cari teman-teman yang peduli dan suportif
Tak diragukan lagi kalau kehadiran sosok teman itu sangat mempengaruhi kita,baik dari cara bersikap,gaya berbicara,berpakaian,gaya hidup dan lain-lain. Untuk itulah pandai-pandai mencari teman-teman yang setipe ya! Apabila kamu berteman dengan orang-orang yang support,peduli,dan gemar bersyukur maka tanpa sadar kamu pun akan demikian.

4. Self-Reward
Cobalah sesekali beri diri kita Reward atau penghargaan kecil setelah kita melakukan sesuatu yang dinilai diri kita sulit atau menantang. Tak perlu mahal,misal beli minuman atau makanan kesukaan kita dan lain-lain. Oiya tapi jangan jadikan self-reward ini jadi alasan untuk boros ya! 

5. Positive Self-Talk
Tau gak sih terkadang orang yang paling jahat sama kita itu adalah diri kita sendiri. Seberapa sering kamu mengutuk dan memarahi dirimu sendiri? Seperti bilang,"Ih bego banget si gue", "Ih kenapa sih aku jelek banget", "kok gue gini aja gak bisa sih". Dan lainnya. Menurutku penting banget untuk kita bisa berkata yang baik dengan diri kita sendiri. Bukan hanya saat kita sedang senang ya,tetapi saat kita juga sedang terpuruk. Percaya deh,afirmasi yang baik itu bakal ngaruh ke diri kita,terutama ke dalam perasaan hati kita. Berikut ini ada beberapa contoh Positive Self-Talk  dari persfektif Islami (tassawuf),

Semakin aku pahami diriku,semakin aku paham kebesaran-Nya

Aku fokus pada apa yang bisa aku kontrol,dan selebihnya terserah kepada Allah saja

Keberadaanku ini istimewa dan tidak sia-sia diciptakan Allah

Pikiran dan pandanganku itu anugerah Allah yang berharga




Jadi itu dia temen-temen rangkuman catatan ku tentang mencintai diri,semoga bermafat ya! Oiya yang mau nonton video kajian lengkapnya tinggal klik link ini ya! Ngaji Filsafat - Self-Love








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal-hal yang bisa dipetik dari film Dead Poet Society

Mottainai : Filosofi Jepang tentang Kesia-siaan